Cara Budidaya Ikan Cupang Hias yang Baik dan Benar

Cara Budidaya Ikan Cupang Hias yang Baik dan Benar

Diposting pada

Ikan cupang merupakan ikan yang dapat dinikmati keindahannya, mulai dari warna, ekor dan yang lainnya. Namun bagaimanakah cara budidaya ikan cupang hias yang benar untuk mendapatkan hasil maksimal?.

Selain dapat dinikmati keindahannya, ikan cupang juga bisa dijual dengan harga yang cukup mahal. Terlebih jika teman-teman menjual cupang hias, bukan cupang aduan. Harga dari cupang hias sendiri berkisar 50 ribu – 1 juta, tergantung kualitasnya.

Jika ingin memulai budidaya ikan ini, ada beberapa proses yang perlu dilakukan, mulai dari tahap penjodohan dan cara mengawinkan ikan cupang hingga berhasil. Berikut adalah cara budidaya ikan cupang hias.

Cara Budidaya Ikan Cupang Hias yang Benar

Sebelum mulai budidaya, pastikan sudah menyiapkan indukan, baik indukan jantan maupun indukan betina. Dan pastikan juga kedua indukan tersebut sudah siap untuk dikawinkan. Bagaimana cara mengetahui indukan sudah siap atau belum?.

Cara mengetahuinya bisa dilihat dari ciri cirinya, ciri ciri ikan cupang betina siap kawin adalah perutnya besar yang terisi oleh telur, umur diatas 4 bulan. Sedangkan untuk ciri ciri ikan cupang jantan siap kawin hanyalah sudah berumur diatas 4 bulan.

Sangat disarankan untuk budidaya ikan cupang yang memiliki kualitas bagus, tujuannya agar hasil atau anakannya nanti juga ikut bagus. Langsung saja berikut adalah cara budidaya ikan cupang hias.

1. Persiapan Budidaya

Diperlukan persiapan sebelum mulai mengawinkan ikan cupang. Siapkan wadah yang akan menjadi tempat pemijahan nantinya. Masukan air secukupnya, kemudian tammbahkan garam ikan dan daun ketapang.

Garam ikan dan daun ketapang berfungsi untuk menstabilkan tingkat asam dan basa pada air. Biarkan air selama 24 jam untuk proses pengendapann, jangan langsung memasukan ikan karena tidak baik.

2. Tahap Penjodohan

Setelah 24 jam proses pengendapan air. Masukan kedua indukan, yakni cupang betina dan jantan. Ini merupakan tahap penjodohan, biasanya ikan cupang jantan akan mengejar ikan betina dan mungkin akan bertengkar.

Namun hal ini sangatlah wajar. Pejantan yang mengejar betina sebenarnya ingin menunjukan keperkasaan dirinya, menunjukan bahwa dia mampu untuk menjaga telur yang akan dikeluarkan oleh sang betina.

Namun jika bertengkar secara terus menerus, bisa memasukan betina ke dalam botol transparan agar pejantan tidak bisa menyentuh langsung betina secara langsung, dan setelah 24 jam barulah betina dikeluarkan dari botol tersebut.

3. Betina Mengeluarkan Telurnya

Setelah tahap penjodohan, ikan cupang jantan akan membuat buih-buih dengan jumlah banyak. Buih ini merupakan tempat atau sarang untuk telur-telurnya nanti. Jika sudah ada buih silahkan tinggalkan kembali selama 24 jam.

Biasanya setelah 24 jam, betina sudah mengeluarkan semua telurnya. Tanda atau ciri betina sudah mengeluarkan telurnya adalah perutnya yang terlihat kempes, betina diam dipojokan, dan buih berwarna putih susu.

Namun jika buih belum ada, silahkan tunggu hingga ikan cupang jantan membuat buih. Tetapi jika jantan masih tidak mengeluarkan buih selama 7 hari maka perlu diganti dengan indukan jantan lainnya.

Jika betina sudah mengeluarkan telurnya langsung saja ambil dan pisahkan betina dari tempat pemijahan. Karena dikhawatirkan betina memakan telurnya sendiri, biarkan jantan sendiri yang menjaga telurnya.

4. Telur Menetas

Telur yang telah berhasil dikeluarkan oleh betina akan menetas kurang lebih dalam 24 jam. Setelah menetas, burayak atau anakan ikan cupang masih berada didalam gelembung, karena mereka belum bisa berenang.

Disinilah jantan memiliki peran yang sangat penting, dia akan menjaga anaknya untuk tidak tenggelam. Jika ada yang berjatuhan, dia akan memasukan anaknya ke dalam mulutnya (seperti dimakan) namun beberapa saat akan mengembalikan ke buih yang telah dibuatnya.

Jika burayak sudah bisa berenang sendiri, silahkan pisahkan pejantan dengan burayaknya. Karena jika pejantan stress dia bisa saja memakan anaknya sendiri.

Untuk pemberian pakan kepada burayak bisa dilakukan setelah berusia 4 hari setelah menetas. Untuk pakan burayak ikan cupang ada berbagai macamnya, namun sangat disarankan untuk memberikan artemia.

Artemia sangat pas sekali dengan bukaan mulut burayak, dan untuk harganya sendiri masih terbilang terngkauh. Dan teman-teman bisa membeli artemia ini di toko ikan ataupun di toko online.

Mungkin cukup sampai disini pembahasan mengenai cara budidaya ikan cupang hias. Semoga informasi yang kami sampaikan dapat bermanfaat untuk teman-teman sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *